Minggu, 02 November 2014



TEORI-TEORI ILMU SOSIAL


TUGAS KE 3

DOSEN: SUGENG RUSMIWARI






DI SUSUN OLEH:
NAMA: EFI SANIUS FANI
NIM: 2013210035
PRODI: ADMINISTRASI NEGARA










FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGA DEWI
MALANG
2014
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala (swt), kita memuji-Nya seraya memohon pertolongan, ampunan, petunjuk, dan perlindungan kepada-Nya dari kejahatan hawa nafsu dan keburukan amal perbuatan kita. Saya bersaksi tiada tuhan selain Allah swt, yang Mahaesa dan tidak mempunyai sekutu, dan saya bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam (saw), adalah hamba dan utusan-Nya.
Minggu, 26 Oktober 2014
Tugas ke 3, UTS MK Teori-Teori Ilmu Sosial
TUGAS KE 3, UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS).

Pada pertemuan ke 7

MATA KULIAH TEORI-TEORI ILMU SOSIAL

Pertanyaan;
Berikan analisis kritis, Apa dan Bagaimanakah Hakekat Teori-Teori Ilmu Sosial bilamana dihubungakan dengan Kompetensi yang akan dibentuk untuk atau pada Saudara dari Mata Kuliah ini, dengan bersandarkan kepada Teori Interaksi Simbolik  serta teori terpilih faforit yang lain pilihan Saudara ?

Keterangan:
1.       Hasil analisis kritis diunggah pada Blogg masing-masing mahasiswa, sebagai Karya Ilmiah (Artikel) !;
2.       Hasil unggah dari Blogg, diprint dan diserahkan pada dosen pengajar untuk bukti laporan dan penilaian UTS, pada pertemuan ke 8, tidak diijinkan terlambat;
3.       Benang merah / Abstrak dari artikel, tugas ke tiga dimasukkan pada komentar langsung di blog ini (milik dosen pengampu/pengajar);

Terimakasih, selamat bekerja.








Toeri interaksi simbolik, Teori ini menyatakan bahwa Interaksi sosial pada hakekatnya adalah Interaksi simbolik. Manusia berinteraksi dengan yang lain dengan cara menyampaikan simbol, yang lain memberi makna atas simbol tersebut. George Herbert Mend, Herbert Blumer, Wiliam James, Charles Horton Cooley.  
Kita ketahui bahwa setiap dan semua teori itu memiliki peran dan fungsinya masing-masing, Hakekat-hakekat teori ilmu social sanggat besar hubungannya dengan kompetensi mata kuliah ini, hubungan tersebut adalah teori interaksi simbolik dapat di gunakan sebagai symbol atau sebagai hubungan dengan masyarakat yang ada di sekitar kita, kita dicetak sebagai seorang leadership maka teori interaksi simbolik sanggat di butuhkan untuk meneliti bawahan kita dalam melaksanakan tugaas dan kewajibannya.
Teori ilmu social memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala social agar daya tangkap, persepsi dan penalaran kita dalam menghadapi lingkungan social, dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari teori interaksi simbolik oleh sebab itu teori interaksi simbolik sanggat berperan penting di dalam mata kuliah ini dan hubungannya dengan masyarakat sekitar, interaksi-interaksi simbolik sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari baik secara sadar maupun tidak sadar.
Pada dasarnya teori interaksi simbolik berakar dan berfokus pada hakekat manusia yang adalah makhluk relasional. Setiap individu pasti terlibat relasi dengan sesamanya. Tidaklah mengherankan bila kemudian teori interaksi simbolik segera mengedepan bila dibandingkan dengan teori-teori sosial lainnya. Alasannya ialah diri manusia muncul dalam dan melalui interaksi dengan yang di luar dirinya. Interaksi itu sendiri membutuhkan simbol-simbol tertentu. Simbol itu biasanya disepakati bersama dalam skala kecil pun skala besar. Simbol-misalnya bahasa, tulisan dan simbol lainnya yang dipakai-bersifat dinamis dan unik.
Keunikan dan dinamika simbol dalam proses interaksi sosial menuntut manusia harus lebih kritis, peka, aktif dan kreatif dalam menginterpretasikan simbol-simbol yang muncul dalam interaksi sosial. Penafsiran yang tepat atas simbol tersebut turut menentukan arah perkembangan manusia dan lingkungan. Sebaliknya, penafsiran yang keliru atas simbol dapat menjadi petaka bagi hidup manusia dan lingkungannya.
 , interaksi manusia dimediasi oleh penggunaan simbol-simbol, oleh interpretasi, atau oleh penetapan makna dari tindakan orang lain. Mediasi ini ekuivalen dengan pelibatan proses interpretasi antara stimulus dan respon dalam kasus perilaku manusia.Pendekatan interaksionisme simbolik memberikan banyak penekanan pada individu yang aktif dan kreatif ketimbang pendekatan-pendekatan teoritis lainnya. Pendekatan interaksionisme simbolik berkembang dari sebuah perhatian ke arah dengan bahasa; namun Mead mengembangkan hal itu dalam arah yang berbeda dan cukup unik. Pendekatan interaksionisme simbolik menganggap bahwa segala sesuatu tersebut adalah virtual.
Semua interaksi antarindividu manusia melibatkan suatu pertukaran simbol. Ketika kita berinteraksi dengan yang lainnya, kita secara konstan mencari “petunjuk” mengenai tipe perilaku apakah yang cocok dalam konteks itu dan mengenai bagaimana menginterpretasikan apa yang dimaksudkan oleh orang lain. Interaksionisme simbolik mengarahkan perhatian kita pada interaksi antarindividu, dan bagaimana hal ini bisa dipergunakan untuk mengerti apa yang orang lain katakan dan lakukan kepada kita sebagai individu.